11 Juni 2026

iProov, pemimpin global dalam verifikasi identitas biometrik, berhasil meraih penghargaan dalam kategori Teknologi Otentikasi Terbaik pada ajang SC Awards Europe 2026. Ini menandai tahun ketiga berturut-turut iProov meraih gelar bergengsi tersebut, yang semakin mengukuhkan iProov Biometric Solutions Suite sebagai standar industri untuk otentikasi yang aman dan mudah, sekaligus menyederhanakan pengalaman akses baik secara digital maupun fisik.

Mengatasi Ancaman Kecerdasan Buatan Generatif

Penghargaan ini diraih pada titik balik yang krusial bagi keamanan digital. Sebagaimana dijelaskan dalam Laporan Intelijen Ancaman iProov 2026, kecerdasan buatan generatif telah memungkinkan para penjahat untuk mengindustrialisasikan penipuan identitas, sehingga memicu lonjakan serangan injeksi sebesar 741% per tahun.

Dengan semakin maraknya penggunaan deepfakes, gambar sintetis, dan agen AI otonom untuk mengelabui sistem otentikasi tradisional, inti permasalahan kini telah bergeser: yang menjadi pertanyaan bukan lagi siapa yang melakukan otentikasi, melainkan apakah di balik interaksi tersebut benar-benar ada manusia yang nyata dan hadir.

iProov mengatasi hal ini dengan memverifikasi tiga aspek penting secara instan:

  • Orang yang Tepat: Memverifikasi bahwa pengguna sesuai dengan kredensial identitas yang sah.
  • Seorang Manusia Asli: Memastikan bahwa yang ada adalah manusia sungguhan — bukan deepfake, gambar sintetis, atau bentuk penipuan lainnya.
  • Waktu yang Tepat: Memastikan interaksi terjadi saat ini, bukan rekaman, otomatis, atau dipandu oleh agen.

Sistem pertahanan ini didukung oleh teknologi Flashmark™ yang telah dipatenkan, informasi ancaman secara berkelanjutan dari iProov Security Operations Center (iSOC), serta deteksi serangan injeksi yang telah diverifikasi secara independen sesuai standar CEN/TS 18099 Level 4, yang selaras dengan pedoman NIST SP 800-63-4.

“Memenangkan penghargaan ini untuk ketiga kalinya menegaskan peran sentral biometrik dalam seluruh siklus hidup pengguna,” kata Andrew Bud, pendiri dan CEO iProov. “Para penyerang menggunakan AI generatif untuk memperluas serangan deepfake dan injeksi. iProov mengatasinya dengan memverifikasi kehadiran manusia yang asli secara real-time bagi pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia. Bukti kehadiran ini menjadi sangat menentukan seiring dengan semakin meluasnya AI otonom dan agen-agen otonom mulai bertindak atas nama manusia.” 

Keputusan Para Juri

Penghargaan SC panel juri menggambarkan iProov sebagai salah satu peserta terkuat di kategori tersebut, dengan menyoroti:

  • Keunggulan Teknis: Deteksi serangan injeksi yang bermakna dan telah diverifikasi secara independen, dirancang khusus untuk era deepfake.
  • Kematangan Operasional: Terbukti mampu beroperasi dalam skala besar dan dipercaya di lingkungan dengan tingkat keamanan tinggi, termasuk program identitas nasional, pengendalian perbatasan, dan perusahaan global besar.

SC Awards Europe memberikan penghargaan kepada yang terbaik di bidang keamanan siber, mulai dari teknologi inovatif hingga pencapaian organisasi yang luar biasa dan kepemimpinan individu.